Apakah anda mencari broker properti rumah, ruko, apartemen, tanah? jik aanda sedang membutuhkan properti-properti tersebut maka peran broker akan sangat membantu anda dalam mempermudah mendapatkan properti sesuai yang diharapkan, tapi tentu bukan sembarang broker, karena jika kita berurusan dengan asal calo, bisa-bisa malah mengalami hal-hal yang merugikan.
Broker profesional terpercaya untuk urusan jual-beli atau sewa properti rekomendasi saya adalah Century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia silahkan langsung ke situsnya www.century21.co.id untuk mengenal broker yang satu ini secara lebih lengkap.
Tips membeli rumah murah tapi berkualitas
Sumber: http://articles.century21.co.id/news/mengapa-harus-membeli-terlalu-mahal.html
Lumrah adanya apabila setiap orang membeli dengan harga paling murah untuk sebuah properti yang bagus atau rumah idaman anda. Tetapi prinsip-prinsip seperti ini seringkali menjadi tidak relevan dalam keterbukaan informasi pasar dewasa ini. Masalahnya kemudian adalah, anda tidak harus membeli sebuah properti terlalu mahal.
Sesungguhnya kata ”mahal” dalam keputusan membeli properti amatlah sulit dikuantifikasi secara hitam-putih. Mahal adalah ketika uang yang dibelanjakan tidak sebanding dengan nilai properti yang diperoleh, yaitu nilai fisik, nilai investasi dan nilai psikologis. Ketiganya adalah kesatuan manfaat yang tak boleh dipisah-pisahkan ketika keputusan membeli sudah dibuat.
Masalahnya adalah ketika ketiganya tidak berada dalam satu decision box sehingga keputusan menjadi lonjong; Yang penting bentuk fisiknya keren, sedangkan nilai investasi rendah justru diabaikan. Keputusan lain malah mengedepankan kenyamanan dan keamanan, fisiknya nanti tinggal renovasi saja. Tanpa terasa pembeli ternyata membayar terlalu mahal atas properti yang dipilihnya. Sebagian langsung terasa adanya tambahan biaya karena renovasi dan menyelaraskan selera, sebagian lainnya baru merasakan setelah properti sulit untuk dijual kembali dan menjadi ”uang mati”, alih-alih mendapat capital gain.
Ada dua motif pembeli, yaitu emotional buying motive dan rational buying motive. Meskipun sebagian percaya bahwa keduanya seringkali disatupadukan oleh calon pembeli, tetapi sebenarnya dari keduanya memiliki karakter masing-masing.
Pada kelompok emotional motive keadaan membeli terlalu mahal lebih sering terjadi. Keputusan2 dengan pertimbangan non-investatif dan psikologis sangat mendominasi sehingga pertimbangan harga menjadi kurang prioritas. Faktor kenyamanan, lingkungan segar, dekat rumah artis/pejabat, menjadi sebagian contohnya. Sebaliknya kelompok rational motive lebih menggunakan kalkulator dan pertimbangan2 dengan spektrum variable yang beragam sehingga terkesan menjadi terlalu rigid.
Ketika seorang calon pembeli mengalami kesulitan untuk memahami motif dalam menetapkan properti, sebaiknya melibatkan seorang konsultan properti untuk menyelaraskan pilihan2nya dengan keuntungan yang pantas diperolehnya. Dewasa ini konsultansi seperti itu sudah banyak dilakukan oleh broker properti yang memiliki sistem pelatihan yang terstruktur. Kantor-kantor broker properti semacam itu sebagian besar didominasi oleh franchise internasional, seperti Century 21 dan beberapa perusahaan waralaba asing dari Amerika dan Australia.
Melibatkan broker properti sama sekali tidak menimbulkan biaya apapun bagi pembeli properti di Indonesia karena konsensus Nasional telah menetapkan bahwa hanya penjual yang membayar professional fee untuk para broker tersebut. Jadi, mengapa harus membeli terlalu mahal?